Tarian
Pertunjukan sebuah Tarian Tradisionil Minang Kabau digambarkan bagaimana seekor Beruk memanjat sebuah Pohon Kelapa untuk memilih memetik kelepa-kelapa bagi pemiliknya. Tarian yang lainnya berbasis pada suasuana upacara Hindu. Sebelum Islam masuk,Sumatra masih dipengaruhi oleh budaya Hindu.Sambil dalam satu melihatkan ketidaksadaran seorang laki-laki dalam upacara DEBUS menusuk-nusukkan benda sejenis Logam (Pisau) kedalam daging tubu mereka tanpa mengalami suatu luka apapun. Tari Umbrella atau Tari Payuang menggambarkan seorang pria muda yang lagi jatuh cinta atau mabuk asmara yang lagi melindungi kekasihnya dari suatu ancaman dan melengkapi dari Literatur dengan lagu dan drama.
Randai
Randai adalah salah satu kesenian Tradisional MInang Kabau. Randai sungguh menarik karena dalam seni ini ada Tarian,nyanyian, dan musik tradisionil yang dikabolorasikan kedalan sebuah pertunjukan. Ini sering diadakan diluar ruangan pada saat malam hari. Antara sembilan dan dua puluh laki-laki muda. Tarian dalam sebuah lingkaran, diiringi oleh tepuk tangan gemuruh dari penonton.Pakaian mereka berwarna warni.
Tarian ini terdiri dari langkah lambat-lambat diikuti dengan langkah yang cepat. Ini menggambarkan dari seorang wanita yang berhati jahat, yang diusir dari kampungnya.Salah jalan untuik mengembangkan randai ini adalah dengan mengadakan Festival setiap tahun. Sesungguhnya festival ini bukan hanya untuk memperkenalkan randai pada orang asing saja tapi juga untuk pendidikan budaya pada generasi muda lokal.
Music
Ciri-coiri Musik Minag Kabau seperti Gamelan orkesta rakyat terdiri dari Rebab (instrumen bersenar dibuat dari sebuah Kalabas dengan satu tongkat panjang dang empat buah tali), Talempong(alat musik yang dipukul), Puput(suling jerami), Gandang(tambur)Gendang-gendang yang banyak memiliki perbedaan jenis-jenis dan Saluang(suling bambu), sebagian disebut untuk menarok Mantra Cinta pada wanita.
Tenunan
Kaya Emas dan lakan berbenag perak dari pakaian Minang Kabau memainkan sebuah aturan penting dari perayaan: Kelahiran, Sunatan, Perkawinan dan Kematian. Ini berwanarna seperti Pelangi dan sangat ruwet dfisain bentuknya. Tekstil bahan mengekspresikan dari adat Minang Kabau. Sebuah simpanan budaya tradisianal adalah Tenunan alam kulita dari adat. Wanita menenun pakaina mahal ini pada suatu latar belakang dari Sutra atau bahan Katun.Pemasangan sebuah gambar untuk contoh dari benang Perak atau benang emas. Salah satu teknik disebut dengan songket.Benang terbaik adalah terbuat dari kertas dengan satu tempat penempatan tipis dari benang Emas dan Perak. Sejak tahun 1900 pakaian tradisionil telah ditenun dalam hanya empat Kampung,Koto Gadang, Padang PanjanG,Payakumbuh dan silungkang dan terkenal dengan kain Balapak. Perayaan paling eklusif kain sumatra, hanya di Pandai Sikat. Pandai Sikat hanya berjarak lebih kjurang 12 KM dari Bukittinggi dan juga terkenal dengan seni ukiran kayunya.
Filigram kerajinan perak
Koto Gadang adalah sebuah gambaran kerajinan perak yang berlokasi dekat Bukittinggi pada sisi lain dari sudut Ngarai sianok. Di dalam desa tersebut terdapat rumah-rumah yang indah peningggalan Penjajahan belanda dan tempat bernafas sebuah udara dari hari yang dilalui. Koto Gadang adlah terkenal karena Kerajinan Perak sebagai salah satu Industri rumahnya.
Arsitektur
Rumah Tradisional Minang Kabau adalah disebut dengan "Rumah Gadang" yang berati Rumah adat dan juag berarti Rumah Biasa. Disebut Rumah Gadang adalah bukan karena dari ukuran besarnya, tapi ini menunjukkan pada suatu fungsi besar dari rumah itu sendiri. Rumah Gadang di Minang Kabau dimiliki ole semua anggota-anggota dari relatif sepanjang garis keturunan Ibu yang disebut Kaum. Ini adalah tempat untuk segala adat(budaya dan tradisi) perayaan-perayaan seperti: Pesta Perkawinan, atau pelantikan dari seorang Kepala suku atau datuk.
Rumah adat yang asli dibuat dari Kayu dan bambu untuk dinding belakang. Atap terbut dari Ijuk. Rumah kira-kira 12 M sampai 20 M panjang dan 16 M sampai 8 M lebar. Posisi dari lantai adalah dua atau dua setengah meter dari tanah. Lokasi adari sebuah Rumah adat memberntang dari Barat Ke timur -, seraya dari nomor dai ruangan-ruangan adalah 3, 5, 7, 9 dan sampai 17. Kontruksi ditonjolkan keatas denagan satu tanduk atap yang runcing. Atap seperti tanduk kerbau dengan sampaim 6 titik membentang sepanjang rumah dan satu titik maju untuk pintu depan dan tangga.
Museum
Pusat Informasi dan Kebudayaan Minang Kabau
|
![]() |